Multimedia Presentasi Pembelajaran (MPP) Versus Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI)
Kita sering hanya latah menyebut istilah Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) terhadap media pembelajaran yang dibuat dengan mengoperasikan aplikasi program komputer tertentu semacam Open Office, Ms. Powerpoint, Swish, Flash, dan lainnya tanpa memahami apa maksud sebenarnya dari istilah itu. Inilah yang kemarin saya tekankan pada saat mengawali acara pelatihan Pembuatan Media Presentasi Pembelajaran bagi Guru SMPN 1 Karangdadap Kabupaten Pekalongan pada tanggal 21 dan 22 Oktober 2011 yang baru lalu.
Media pembelajaran berbasis komputer menurut penggunaannya dikelompokkan menjadi 2, yaitu Multimedia Presentasi Pembelajaran (MPP) dan Software Pembelajaran Mandiri (SPM) yang sering juga disebut Multimedia Pebelajaran Interaktif (MPI). MPP merupakan alat bantu guru dalam menunjang proses pembelajaran di kelas. Media ini hanya berisi pokok-pokok materi yang diajarkan, semacam peta konsep (mind-mapping) saja. Dalam penggunaannya diperlukan improvisasi dan penjelasan lebih rinci dari guru. MPP bukanlah e-book yang ditayangkan dengan LCD Projector. MPP jangan sampai justru memandulkan interaktifitas antara guru dan siswa. Sedangkan SPM/MPI adalah bahan belajar yang dimanfaatkan oleh siswa untuk belajar secara mandiri sehingga pada media ini peran guru tidak dominan. Dalam SPM/MPI kedalaman materi dan interaktivitas media menjadi tuntutan dan harus mampu memunculkan stimulus dan respon siswa. MPP digunakan oleh guru, sedangkan MPI user-nya siswa. Dari penjelasan singkat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan sangat significant antara MPP dan MPI.
Software apakah yang baik untuk membuat MPP atau MPI? Untuk membuat presentasi yang paling gampang dan sederhana (menurut saya) ya Open Office atau Ms. Powerpoint, karena memang software tersebut diluncurkan oleh pembuatnya untuk keperluan membuat presentasi. Namun untuk menghasilkan karya media yang baik tidak mungkin kita hanya mengandalkan/menggunakan satu software aplikasi saja. Untuk membuat MPI, software tersebutpun OK dengan catatan si pembuat media harus sudah pada tataran mahir menggunakan software tersebut. Namun perlu juga dijadikan catatan bahwa sejauh ini anda tidak bakalan menemukan perusahaan pengembang software pembelajaran profesional menggunakan powerpoint untuk mengemas media yang mereka jual di toko-toko. Kebanyakan media pembelajaran yang mereka produksi berbasis flash.
Multimedia Pembelajaran yang mana yang seyogyanya guru buat, MPP atau MPI? Guru setidaknya dalam hal ini mampu mengembangkan MPP untuk mengajar, dan idealnya juga mampu membuat SPM/MPI untuk memfasilitasi siswa belajar secara mandiri di luar jam efektif belajar di sekolah sebagai bahan review dan atau pengayaan.
Salam kreatif ..!

[WP-POST-SLIDER]


































trims tulisannya
nambah wawasan nich…
salam..
kunjungi juga blog saya pak…
@oki solikhin
OK, langsung ke TKP.
pak, saya boleh nggak minta dikirimi contoh file MPI bikinan flash yang masih FLA…? untuk belajar membuat sendiri. sekarang saya lagi mau belajar flash… hiiii malu saya
halah gek kapan to.. ujug-ujug kok sudah dotkom…bancak-ane kok ra ngundang wong kalimantan
Pengen kaya njenengan, pak… he he he, tapi isih nunak-nunuk. Sbg awalan beberapa tulisan lama tak posting lagi.
Utk belajar Flash di hal. download/tutorial ada beberapa contoh fla. Fla lengkap dari bbrp mpi yg sy buat file-nya terlalu besar utk di-upload, pak.
sukur mampir ke sini lagi. ada pengetahuan baru neh. saya juga pengen bisa media pembelajaran gitu
Terima kasih berkenan mampir , p Rusydi.
yah, andai fasilitas pendidikan di indonesia merata…
Di sekolah saya saja bertahun-tahun ngajukan bantuan komputer juga baru beberapa waktu yang lalu baru dapet kok, Mas. Komputernyapun berspesifikasi rendah.
pinginnya saya bikin MPP atau MPI berbasis flash, pak mursyid. sayangnya, kemampuan saya selalu saja terbatas dalam mengoptimalkan sotware berbasis flash.
Masing orang memiliki spesialisasi sendiri-sendiri, Pak. Panjenengan sudah luar biasa di bidang kepenulisan.
Saat ini saya masih sebatas menggunakan MPP, itupun dengan tampilan yang sederhana dengan sedikit animasinya.
Sebetulnya sudah sejak dulu ingin belajar flash tapi sayang masih belum sempat juga.
Terima kasih atas infonya.
Powerpoint jika dikemas dengan baik tidak kalah dari flash kok, Pak.
Oh ya… Barangkali Bapak punya informasi
Kenapa belakangan ini blog saya dibombardir dengan SPAM?
Apakah ada yang sesuatu yang tidak beres dengan blog saya
Blog wp.com saya juga demikian, pak. Ya memang itu salah satu kelemahan wp.com. Ternyata akismet tidak cukup kuat membendung semua spammer. Semakin terkenal blog kita akan semakin banyak komentar spam. Kita terima saja karena yang kita pakai memang gratisan. Yang penting kita harus rajin menghapus komen2 sampah tersebut. Komentar sampah yang numpuk terlalu banyak, bisa dianggap melanggar ketentuan yang ditetapkan oleh wp.com karena pada komen spam tersebut sering disertai dengan url komersial, sebagai akibatnya bisa jadi gara2 komen spam tersebut blog kita dibredel oleh wp.com tanpa pemberitahuan kepada kita sepert yang teman saya pernah alami.
Sengaja saya sewa domain dan hosting sendiri ini juga karena pertimbangan itu, Pak. Kalau blog kita berbayar, kita bisa install beberapa plugin anti spam yang jauh lebih manjur ketimbang akismet. Akismet tetap dipakai sebagai keamanan lapis pertama.
wah.. baru tahu pak MPI dan MPP… ternyata seperti itu ya.. kalau saya masih terbatas memanfaatkan ppt pak.. flash masih budel.. hehehe… sukses selalu pak…
Powerpoint kuasai dulu mpe matang, baru nyemplung ke Flash. Insya Allah gak terlalu banyak kesulitan, Pak. Tetapi kalau Powerpoint sj blm apa2 dan langsung mempelajari flash umumnya malah jadi stress.
Keren banget guru-guru masa kini.
Sukses terus ya, Pak
Thanks, mbak Akin.
Salam kenal, salam kreatif…
Melalui formum ini saya mencoba share…. Pemanfaatan e-Learning (multimedia pembelajaran interaktif), terdapat 3 kategori, tergantung dari jenis media dan cara penggunaan.
Kategori 1, multimedia pembelajaran interaktif sebagai alat bantu mengajar(presentasi).
Kategori 2, multimedia pembelajaran interaktif untuk dapat dibawa pulang siswa, (media dikemas dengan menggunakan media simpan CD ROM, DVD ROM, atau flashdis, dll)
Kategori 3, multimedia pembelajaran interaktif yang sistem pendistribusian menggunakan jaringan internet (siswa belajar mandiri tanpa bantuan guru)
Untuk memahami itu silakan kunjungi http://pcahyono.blogspot.com/
Selamat belajar.
Salam kreatif…
@P. Cahyono
Thank you telah berkunjung di blog ecek-ecek ini, Pak.
pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi saya pak. Terima kasih
Terima kasih juga atas kunjungannya, pak Agus.
Menggunakan Flash tentu hasilnya lebih bagus dan nyaman digunakan. Atau bsia juga pakai Director.
Tapi dari sisi kemudahan pengguna kayaknya masih Power Point ya. Disamping memang mudah, rasanya guru-guru sudah banyak yang menguasai software ini. Jadi paling tidak saat ada perubahan Materi, guru-guru masih bisa melakukan editing sendiri. Kalau mau bagus, ya tambahkan Flash di Power Point nya.
Gitu kali ya pak.
Salam Kreatif juga pak.
Sepakat, Mas. Director juga punyanya Macromedia. Basis utamanya juga Flash.
Kalau waktu presentasi masih perlu edit sana sini pakainya memang paling cocok ya powerpoint.
Assalamu ‘alaikum Pak, salam kreatif salam sejahtera
Pak Mursyid adalah sebagai bagian dari salah satu putra terbaik bangsa yang ikut berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa dalam dunia pendidikan khususnya pelajaran bahasa inggris di sekolah, bagaimana Pak, kalau media pembelajaran menggunakan power point punya modul tutorialnya enggak Pak ? untuk latihan dan belajar di rumah yang bisa didownload ? karena macromedia flash kurang begitu menguasai.
terimakasih Pak salam kreatif
Silahkan menuju halaman tutorial. Saya sudah buat beberapa tutorial powerpoint di sana. Tutorial yg komplit sy jg sdh buat, tetapi filenya terlalu besar utk saya upload di internet.
thanks…very helpul ..wait for new item…